Minggu , 20 Agustus 2017
Home / Wisata Candi / Candi Borobudur, Menguak Asal Usul dan Sejarahnya

Candi Borobudur, Menguak Asal Usul dan Sejarahnya

Candi Borobudur

Candi Borobudur adalah candi Budha yang sangat megah dan merupakan salah satu monumen Budha terbesar di dunia. Lokasinya terletak di Daerah Borobudur, Magelang, Jawa Tengah. Candi Borobudur bercorak/berbentuk Stupa yang menurut sejarah, candi ini didirikan oleh penganut Agama Budha Mahayana sekitar tahun 800 an masehi pada masa pemerintahan Wangsa Syailendra oleh Raja Samaratungga.

Berdasarkan atas prasasti Kayumwungan, seseorang Indonesia bernama Hudaya Kandahjaya mengungkapkan bahwa “Candi Borobudur adalah sebuah tempat ibadah yang selesai dibangun pada 26 Mei 824, hampir 100 tahun sejak masa-masa awal dibangun. Asal usul nama Candi Borobudur sendiri menurut beberapa orang berarti sebuah gunung yang berteras-teras (Budhara), sementara sebagian yang lain mengatakan Borobudur berarti Biara yang terletak ditempat yang tinggi.

Bangunan Candi Borobudur berbentuk punden berundak yang terdiri dari 10 tingkat. Dengan tinggi sebelum direnovasi 42 m dan setelah direnovasi  menjadi 34,5 m karena bagian tingkat paling bawah digunakan untuk penahan. Berbentuk bujur sangkar untuk enam tingkat paling bawah, lingkaran untuk tiga tingkat diatasnya, dan satu tingkat tertinggi yang berupa stupa Buddha yang menghadap kearah barat.

Setiap tingkatan mempunyai arti dalam tahapan hidup manusia. Seperti halnya mahzab Budha Mahayana, seseorang yang ingin mencapai tingkat sebagai Buddha mesti melalui setiap tahapan kehidupan tersebut.

Sedangkan bagian dasar Candi Borobudur dinamakan Kamadhatu, melambangkan manusia yang masih terikat dengan nafsu. Untuk empat tingkat diatasnya disebut dengan Rupadhatu melambangkan seorang manusia yang sudah dapat membebaskan dirinya dari nafsu, tetapi masih terikat dengan bentuk dan rupa. Pada tingkatan tersebut patung Budha diletakkan dengan terbuka.

Untuk tiga tingkat diatasnya Budha diletakkan dalam stupa yang berlubang-lubang yang disebut dengan Arupadhatu (melambangkan manusia yang sudah terbebas dari nafsu, bentuk dan rupa). Sedangkan bagian paling atas yang disebut Arupa yang melambangkan nirwana (tempat Budha bersemayam)

Di setiap tingkatan memiliki relief-relief yang indah, menunjukkan begitu mahir pembuatnya. Relief tersebut akan terbaca secara urut bila anda berjalan seoarah dengan jarum jam. Relief di Candi Borobudur bercerita tentang suatu kisah yang sangat melegenda (Ramayana).

Ada juga relief yang menggambarkan keadaan masyarakat saat itu. Seperti, relief tentang aktifitas petani yang mencerminkan majunya sistem pertanian saat itu dan relief kapal layar yang merupakan gambaran dari kemajuan pelayaran yang saat itu berpusat di Bergotta (Semarang).

Keseluruhan relief yang ada di Candi Borobudur mencerminkan ajaran Sang Budha. Karena candi ini dapat digunakan sebagai media edukasi bagi orang-orang yang ingin mempelajari ajaran Budha. Atisha, seorang budhis dari India pada abad ke 10 pernah berkunjung ke Candi Borobudur yang yang dibangun 3 abad sebelum Angkor Wat di Kamboja dan 4 abad sebelum Katedral Agung di Eropa.

Berkat mengunjungi Candi Borobudur dan berbekal naskah ajaran Budha dari Serlingpa (seorang raja dari Sriwijaya), Atisha sanggup mengembangkan ajaran Budha. Atisha menjadi kepala biara Vikramasila dan mengajarkan orang Tibet tentang cara mempraktekkan Dharma. Enam naskah Serlingpa diringkas menjadi sebuah inti ajaran yang disebut “The Lamp for the Path to Enlightenment” yang biasa dikenal dengan nama Bodhipathapradipa.

Sebelum anda berkunjung kesana sebaiknya mengenal terlebih dahulu tentang sejarah Candi Borobudur dan asal-asul usulnya agar kunjungan anda ke Borobudur lebih bermakna.

Peta Lokasi Candi Borobudur

About Yogyadise

Informasi Tempat Wisata Jogja, Wisata Kuliner Jogja, Wisata Gunung Kidul Jogja, Rental Mobil Jogja Murah, Oleh Oleh Khas Jogja, Hingga Hotel Jogja Murah.

Check Also

Candi Ijo Berbah

Candi Ijo Desa Sambirejo Prambanan Sleman Daerah Istimewa Yogyakarta

Menjelajahi Kota Yogyakarta hampir setiap sudut kotanya memiliki obyek wisata masing-masing. Salah satu tempat wisata Jogja …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *